Belanda “Sahabat Dekat Nan Jauh di Eropa“
Negara Belanda cukup familiar terkenal di telinga kita. Karena ada yang khas dari Belanda yakni adanya tanggul, kincir angin, bunga tulipnya yang beraneka warna, roti holland yang membuat lidah kita tidak berhenti bergoyang kemudian sifat terbuka masyarakatnya membuat kita seolah-olah memiliki sahabat dekat nan jauh di eropa sana. Negara Belanda adalah negara yang memiliki hubungan historis yang dekat dengan Negara Indonesia. Kakekku Alm. Alamsyah, pun pernah mengabdikan dirinya sebagai tentara relawan untuk membantu pemerintahan Belanda dalam menghadapi serangan musuh, penjajah lainnya pada masa itu. Hal ini membuktikan betapa eratnya hubungan antara pemerintahan Belanda dan Indonesia. Walaupun Belanda adalah salah satu negara yang sempat lama menguasai Indonesia dan sekarang telah mengakui Indonesia sebagai negara merdeka namun Belanda juga telah banyak memberikan kontribusi besar kepada negeri tercinta ini.
Belanda juga terkenal dengan sifat kreatif dan inovatifnya. Dengan sifat kreatif dan inovatifnya, Belanda menyalurkan kelebihan yang dimilikinya dengan memberikan kontribusi besar secara tidak langsung kepada Indonesia. Coba kita perhatikan negeri kita ini dari Sabang sampai Merauke pasti memiliki peninggalan khas Belanda. Peninggalan itu banyak rupa dan ragamnya, seperti arsitektur peninggalan gedung (museum, gudang, tanggul, bulog beras dan rempah-rempah), masakan kuliner, sarana transportasi. Tak kalah pentingnya adalah sikap kritis dan mandiri serta menghargai adanya perbedaan dan pluralisme, yang membuat negara kita ini pada akhirnya dapat kembali bersatu berkat pemikiran karakter khas yang secara tidak langsung Belanda berikan kepada kita. Cara pikir dan argumen Belanda ini acap kali melekat sampai sekarang pada diri kita.
Peninggalan yang lebih menonjol dari Belanda dan sampai sekarang masih bermanfaat bagi kita adalah tanggul. Negara Belanda adalah negara yang permukaan tanahnya sangat rata. Hampir separuh daripada negara Belanda berada kurang 1 meter dpl. Dengan kondisi geografis yang kurang mendukung ini, akhirnya Belanda berkreasi dalam membuat tanggul untuk menambah daratan wilayah mereka dan usaha mereka ini ternyata berhasil diterapkan di negara mereka sendiri. Melihat kondisi geografis Indonesia yang juga hampir mirip dengan kondisi geografis Belanda karena dikelilingi laut dan sungai yang lebar, membuat pemerintahan Belanda berinisiatif mendirikan tanggul juga di Indonesia. Di Pulau Jawa khususnya banyak kita temui tanggul bekas peninggalan pemerintahan Belanda yang sampai sekarang masih aktif berfungsi. Hal ini membuktikan bahwa Belanda adalah negara yang tidak kalah kreatifnya dibandingkan dengan Jepang dan negara maju lainnya.
Kita patut bersyukur berkat ide kreatif, kritis dan mandiri dari Belanda membawa bangsa kita mengenal adanya dunia perpolitikkan. Negara kita pun mengenal adanya organisasi Indische Vereeniging, sebuah pergerakan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Indische Vereeniging pun berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Banyak pemuda kita pada saat itu belajar menempuh pendidikan di Belanda. Sejak saat itu, dunia perpolitikkan kita maju dan para tokoh pergerakan setuju untuk mengganti penggunaan nama Hindia Belanda menjadi Indonesia. Sampai sekarang nama Indonesia masih kita gunakan dan kita pegang teguh sebagai bangsa yang merdeka, berdedikasi tinggi serta ramah tamah.
Sahabat (Belanda) memang bukan saudara kandung kita, namun sahabat (Belanda) telah memberikan kita sejuta pengalaman dan pengetahuan yang sampai sekarang masih aktif kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Be longs to Limifroha
Internastional Relation, University of Indonesia
Belanda “Sahabat Dekat Nan Jauh di Eropa“
Negara Belanda cukup familiar terkenal di telinga kita. Karena ada yang khas dari Belanda yakni adanya tanggul, kincir angin, bunga tulipnya yang beraneka warna, roti holland yang membuat lidah kita tidak berhenti bergoyang kemudian sifat terbuka masyarakatnya membuat kita seolah-olah memiliki sahabat dekat nan jauh di eropa sana. Negara Belanda adalah negara yang memiliki hubungan historis yang dekat dengan Negara Indonesia. Kakekku Alm. Alamsyah, pun pernah mengabdikan dirinya sebagai tentara relawan untuk membantu pemerintahan Belanda dalam menghadapi serangan musuh, penjajah lainnya pada masa itu. Hal ini membuktikan betapa eratnya hubungan antara pemerintahan Belanda dan Indonesia. Walaupun Belanda adalah salah satu negara yang sempat lama menguasai Indonesia dan sekarang telah mengakui Indonesia sebagai negara merdeka namun Belanda juga telah banyak memberikan kontribusi besar kepada negeri tercinta ini.
Belanda juga terkenal dengan sifat kreatif dan inovatifnya. Dengan sifat kreatif dan inovatifnya, Belanda menyalurkan kelebihan yang dimilikinya dengan memberikan kontribusi besar secara tidak langsung kepada Indonesia. Coba kita perhatikan negeri kita ini dari Sabang sampai Merauke pasti memiliki peninggalan khas Belanda. Peninggalan itu banyak rupa dan ragamnya, seperti arsitektur peninggalan gedung (museum, gudang, tanggul, bulog beras dan rempah-rempah), masakan kuliner, sarana transportasi. Tak kalah pentingnya adalah sikap kritis dan mandiri serta menghargai adanya perbedaan dan pluralisme, yang membuat negara kita ini pada akhirnya dapat kembali bersatu berkat pemikiran karakter khas yang secara tidak langsung Belanda berikan kepada kita. Cara pikir dan argumen Belanda ini acap kali melekat sampai sekarang pada diri kita.
Peninggalan yang lebih menonjol dari Belanda dan sampai sekarang masih bermanfaat bagi kita adalah tanggul. Negara Belanda adalah negara yang permukaan tanahnya sangat rata. Hampir separuh daripada negara Belanda berada kurang 1 meter dpl. Dengan kondisi geografis yang kurang mendukung ini, akhirnya Belanda berkreasi dalam membuat tanggul untuk menambah daratan wilayah mereka dan usaha mereka ini ternyata berhasil diterapkan di negara mereka sendiri. Melihat kondisi geografis Indonesia yang juga hampir mirip dengan kondisi geografis Belanda karena dikelilingi laut dan sungai yang lebar, membuat pemerintahan Belanda berinisiatif mendirikan tanggul juga di Indonesia. Di Pulau Jawa khususnya banyak kita temui tanggul bekas peninggalan pemerintahan Belanda yang sampai sekarang masih aktif berfungsi. Hal ini membuktikan bahwa Belanda adalah negara yang tidak kalah kreatifnya dibandingkan dengan Jepang dan negara maju lainnya.
Kita patut bersyukur berkat ide kreatif, kritis dan mandiri dari Belanda membawa bangsa kita mengenal adanya dunia perpolitikkan. Negara kita pun mengenal adanya organisasi Indische Vereeniging, sebuah pergerakan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Indische Vereeniging pun berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Banyak pemuda kita pada saat itu belajar menempuh pendidikan di Belanda. Sejak saat itu, dunia perpolitikkan kita maju dan para tokoh pergerakan setuju untuk mengganti penggunaan nama Hindia Belanda menjadi Indonesia. Sampai sekarang nama Indonesia masih kita gunakan dan kita pegang teguh sebagai bangsa yang merdeka, berdedikasi tinggi serta ramah tamah.
Sahabat (Belanda) memang bukan saudara kandung kita, namun sahabat (Belanda) telah memberikan kita sejuta pengalaman dan pengetahuan yang sampai sekarang masih aktif kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Be longs to Limifroha
Internastional Relation, University of Indonesia
Raja Ampat, Papua, Indonesia
The Raja Ampat, or Four Kings Archipelago encompasses more than 9.8 million acres of land and sea off the northwestern tip of Indonesia’s West Papua Province.
The area includes the 4 large islands of Waigeo, Batanta, Salawati, and Misool, plus hundreds of smaller islands. The archipelago is part of an area known as the Bird’s Head functional seascape, which also contains Cenderawasih Bay, the largest marine national park in Indonesia.
Located in the Coral Triangle, the heart of the world’s coral reef biodiversity, the seas and dive sites around Raja Ampat are possibly the richest in the world. The area’s massive coral colonies show that its reefs are resistant to threats like coral bleaching and disease - threats that now jeopardise the survival of corals around the world. In addition, Raja Ampat’s strong ocean currents sweep coral larvae across the Indian and Pacific Oceans to replenish other reef ecosystems. Raja Ampat’s coral diversity, resilience, and ability to replenish reefs make it a global priority for marine protection.
RAJA AMPAT bagus bener #ngiler
Via FOODADDICTED
Perkenankanlah, Aku mencintai-Mu Semampuku *
Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu
Lembar demi lembar kitab kupelajari
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang
mengawang di awan
Tapi Rabbi,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan,bulan, dan
kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintai-Mu dengan cinta yang paling
utama, namun
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu
Aku makin merasakan gelisahku membadai
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang,tiada menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan
Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan
dan tahun berlalu
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi
dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon, dan menghiba-Mu:
Allahu Rahim, Ilahi Rabbi,
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
semampuku
Allahu Rahman, Ilahi Rabbi
Perkenankanlah aku mencintai-Mu
Sebisaku
Ilahi,
Aku tak sanggup Mencintai-Mu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Musthafa
Karena itu izinkan aku mencintai-Mu
Melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku
Rabbi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar, yang
menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan
diriri-Mu dan rasul-Mu bagi pribadi dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi
jihad.
Atau Usman yang menyerahkan seribu ekor kuda untuk
syiarkan din-Mu
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku,
Melalui seratus dua ratus perak yang terulur pada tangan-
tangan kecil di perempatan jalan,
Pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-
pojok jembatan.
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke
handai tolan.
Ilahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya sholat
salah seorang shahabat Rasul-Mu, hingga tak hirau dia pada
anak panah musuh yang terhujam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai
cinta-Mu
dalam sholat yang coba kudirikan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan
dunia.
Rabbi,
Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta
dengan-Mu,
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu dua
rakaat Lailku.
Dalam satu dua sunnah nafilah-Mu.
Dalam desah napas kepasrahan tidurku.
Yaa, Maha Rahman,
Aku tak sanggup mencintai-Mu bagai para al hafidz dan
hafidzah,
yang menuntaskan kalam-Mu dalam satu putaran malam.
maka perkenankanlah aku mencuntai-Mu semampuku,
melalui selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
Yaa Rahim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwanya demi tegaknya din-Mu.
Seandainya para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihad
bagi-Mu.
maka perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku
dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan
untuk dakwah-Mu.
maka izinkanlah aku mencintai-Mu semampuku
dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Karim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya,
bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,
dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
maka izinkanlah aku mencintai-mu di dalam segala
Perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mencintai
keluargaku,
dengan mencintai sahabat-sahabatku,
dengan mencintai manusia dan alam semesta
agar cinta itu mengalun dalam jiwaku
mengalir di sepanjang nadiku.
Puisi-`AyahKu Superstar Dunia
ayah…
bola matamu teduh meneduhkan pohon akasia
gerak gerik bahasa tubuhmu
selalu mengingatkan aku akan sesuatu hal
yang tak akan pernah ku lupakan
otot perkasa anugerah pemberi Sang Kuasa
kau gunakan banting setir mencari nafkah
baju lesuh yang melekat di badanmu
kini telah berubah warna
bau tubuh dan keringatmu adalah wangi surga yang pernah
ku cium selama hidup di dunia
walaupun rambutmu telah berguguran
itu semua pertanda ciri khas perjuangan hidup
ayah…
pikiranmu tak pernah error menghadapi hidup yang
begitu keras dan gila
ajaran ilmu pengetahuan dan agama
selalu kau ajarkan tak kenal lelah
kepada kami, anakmu
mendididk anak-anaknya dengan metode keras
seperti didikan seorang komandan
justru karena itulah
kami tumbuh menjadi anak yang tak pernah cengeng dan manja
untuk mengarungi kehidupan
pagi-pagi ketika derasnya embun membasahi bumi
kau bangunkan kami
dengan perlahan-lahan
kau tahu kami kelelahan dalam menuntut ilmu
kau bisikkan alunan suara merdu kiriman malaikat
keteinga mungil kami
membangunkan kami untuk mendirikan sholat
ayah…
kau bimbing kami tak kenal lelah
setiap pagi kecupan manis kau alirkan
ke dalam peredaran darah kami
kau alirkan energi elektromagnetik kepada kami, anakmu
ayah kau matahari dalam hidupku
ayah…
profesimu memang bukan sorang penjabat
melainkan melayani anak-anak bangsa
yang haus akan ilmu pengetahuan
buku-buku menari bergandengan tangan
dengan jemari lesuh tanganmu
siang, malam kau habiskan waktumu
dengan berbagai aktivitas
makan,minummu kadang tak sebanding
dengan perjuangan kerasmu
ayah kau begitu kuat walaupun
kadang terdengar merintih kecapek’an
ayah…
intan permata di dasar lautan
akan keruh jika tak dimanfaatkan
begitu pun dengan harapanmu kepada kami
rasa cemas selalu menyertaimu
takut jikalau kami anakmu belum bisa
menjadi “orang” yang engkau harapkan
kita semuanya seharusnya sadar
bahwasanya ayah kita sangat menyayangi kita semua
kedipan matamu pertanda
kita harus bangkit darii kebodohan
beruntunglah kalian jika memiliki sosok ayah
yang selalu perhatian
merangkai masa depan anak-anaknya
ayah…
aku ingin kau selalu dihatiku selamanya
selamanya…always
setiap hari pokoknya memiliki hal istimewa bagiku-semangat teman
Senin: sebagian besar orang membencinya, tapi aku bersyukur karenanya. Bagiku setiap hari adalah sebuah hadiah yang patut dijalankan dengan penuh semangat dan senyuman.
Selasa: aktivitas semakin padat, sebagian besar orang mengeluh karenanya, namun bagiku adalah hal tersebut dapat menjadi batu loncatan untuk menjadi lebih baik.
Rabu: sebagian orang, mereka sudah menanti-nantikan weekend yang menyenangkan. Tapi bagiku setiap hari adalah menyenangkan, karena aku selalu belajar hal-hal baru.
Kamis: hawa panas terlalu menyengat, sebagian besar orang mengeluh karenanya. Namun bagiku kehangatan yang ada patut disyukuri, karena hangatnya dapat memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di bumi termasuk tumbuhan.
Jumat: sebagian besar orang rasanya malas mengerjakan berbagai hal di hari jumat, lebih baik bersantai sedikit dan menunda sisa pekerjaan sampai hari senin. Namun bagiku menunda sama dengan membuang waktu.
Sabtu: adalah hari yang paling menyenangkan dan menggembirakan, sayangnya terkadang sebagian besar orang mengeluh karena tidak memiliki pasangan atau teman untuk berbagi. Namun bagiku, aku bisa berbagi dengan setiap orang yang aku temui, dimulai dari hal yang sederhana seperti senyuman.
Minggu: waktunya untuk mengisi tenaga dan beristirahat serta kembali mengeluh karena hari senin tiba. Namun bagiku, kembali ke hari senin berarti kembali melakukan petualangan baru dengan penuh semangat dan pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya.
Mawar Berduri Spesial
” Saya tidak mw menjadi bunga yg tumbuh di Taman. Meski memiliki duri, namun semua orang bisa melihatnya dan bisa pula memetiknya. Lain halnya dengan bunga yg tumbuh di jurang, tidak setiap orang mampu memetiknya. Orang yg ingin memetik bunga itu harus melakukan pengorbanan yg luar biasa. Orang yg ingin memetik bunga itu pastilah bukan orang yang sembarangan. Dia adalah orang yg mw berkorban bahkan mengorbankan nyawanya untuk bisa memetik bunga tersebut.” be longs to ” Annisa Abtaria (Limifroha)
